Appi Tinjau “Gunung” TPA Antang, Proyek PSEL Rp3 Triliun Siap Terlaksana
2 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau tempat pembuangan akhir atau TPA Antang di Tamangapa. (Foto: Majesty.co.id/Suedi)
Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kelurahan Tamangapa, Selasa (7/4/2026).
Appi melawat ke tumpukan sampah TPA Antang untuk memantau kesiapan lokasi proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Didampingi jajarannya, Appi menekankan pentingnya penyelesaian aspek teknis seperti pembebasan lahan untuk proyek senilai Rp3 triliun tersebut.
“Hari ini, di TPA ini ada dua persoalan besar yang harus kita selesaikan. Yang pertama menyangkut masalah TPA dan yang kedua menyangkut masalah PSEL,” ujar Appi di lokasi.
Politisi Golkar ini menilai kondisi TPA Antang saat ini sudah masuk kategori kritis.
Hal tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah kota untuk mempercepat realisasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern agar timbulan sampah tidak terus menumpuk secara konvensional.
Mengingat pemerintah pusat memberikan tenggat waktu sekitar enam bulan untuk masa persiapan, Appi berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar proyek PSEL Makassar berjalan tepat waktu.
“Insyaallah kita akan maksimalkan. Ini sudah menjadi komitmen kita untuk memaksimalkan setiap waktu, memaksimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki,” kata Appi.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah memastikan pembangunan tidak menimbulkan riak atau penolakan di tengah masyarakat sekitar.
Appi menyadari masih adanya kekhawatiran warga terkait dampak operasional fasilitas tersebut nantinya.
“Ini kan masih ada riak di warga, bagaimana itu memastikan tidak bersinggungan langsung dengan warga penanganan di lapangannya nanti,” jelasnya.
Untuk itu, Pemkot Makassar berencana menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Appi menegaskan bahwa PSEL bukan sekadar proyek mercusuar, melainkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga.
“Proyek ini bukan proyek prestisius yang datang dari satu orang, tapi ini adalah proyek nasional, proyek negara yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga proses sosialisasi ini harus berjalan dengan baik,” pungkas Appi.
Penulis: Suedi
