06/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Mahasiswa Makassar Demo Bela Aktivis Andrie Yunus, Tolak Pelaku Air Keras Diadili Militer

2 min read
Mahasiswa Makassar mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Mahasiswa membakar ban saat demo membela aktivis Kontras korban air keras, Andrie Yunus yang digelar di bawa jembatan layang Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Senin (6/4/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)

Majesty.co.id, Makassar – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Makassar Berisik” menggelar aksi unjuk rasa membela aktivis KontraS, Andrie Yunus. Demo itu berlangsung di bawah jembatan layang (Flyover) Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Senin (6/4/2026).

Mahasiswa Makassar mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Mahasiswa demo bela Andrie Yunus memblokade jalan dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Para mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan #AdiliPelanggarHam sambil dikawal ketat oleh aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Orator aksi menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis seperti Andrie Yunus merupakan bukti nyata upaya pembungkaman suara kritis dan menjadi preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia.

“Penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus menjadi bukti pemerintah selalu membungkam. Ini menjadi preseden buruk di negara ini,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.

Mahasiswa menuntut agar dalang utama atau aktor intelektual di balik serangan tersebut segera diungkap dan diseret ke pengadilan.

Mahasiswa juga mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengusut kasus ini.

Selain itu, mahasiswa tegas menolak keterlibatan peradilan militer bagi para pelaku yang diduga merupakan anggota TNI, dan mendesak agar kasus ini diproses di peradilan umum.

“Tangkap aktor intelektual di balik kasus Andre Yunus, reformasi TNI dan Polri, adili pelaku penyiraman air keras ke peradilan sipil,” tegasnya.

Terkait kasus ini, Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa empat terduga pelaku telah diamankan, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Keempatnya diketahui merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari matra AL dan AU.

Puspom TNI menyatakan masih melakukan pendalaman penyidikan, sementara Polri telah membentuk tim gabungan untuk menganalisis rekaman CCTV dan saluran komunikasi guna mempercepat pengungkapan kasus.

Aksi yang berlangsung hingga menjelang petang ini sempat mengakibatkan kemacetan panjang di ruas Jalan Andi Pangerang Pettarani dan Jalan Urip Sumoharjo.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.