KKLR tegaskan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Satu Paket Luteng
3 min read
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsyu Ali. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar — Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali mengaskan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah satu-kesatuan dengan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah (Luteng).
Hasbi menyatakan bahwa agenda perjuangan Provinsi Luwu Raya dan Luteng ini tetap konsisten pada satu garis komando, merujuk pada Rekomendasi Silatnas II Wija to Luwu (WTL) dan amanat Datu Luwu.
Penegasan tersebut disampaikan Hasbi dalam pertemuan tokoh KKLR bersama Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Makassar, Kamis (5/2/2026).
Hasbi menekankan bahwa perjuangan ini tidak dapat dipisahkan dari pemekaran Kabupaten Luteng.
Kedua dokumen hukum, yakni Rekomendasi Silatnas II WTL (20 Januari 2026) dan Surat Datu Luwu kepada Presiden Prabowo Subianto (23 Januari 2026), menjadi dasar utama pergerakan.
“Kami tegaskan kembali bahwa perjuangan membentuk Provinsi Luwu Raya secara konseptual sudah final. Konsepsi ini terdiri atas Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, ditambah pemekaran Kabupaten Luwu Tengah,” kata Hasbi dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Saat ini, badan pekerja perjuangan Provinsi Luwu Raya sedang memacu penyelesaian syarat administratif dan kajian akademik untuk segera diserahkan ke pemerintah pusat.
Hasbi optimis karena dokumen untuk Kabupaten Luteng sendiri sebenarnya sudah lama siap secara legal formal.
“Dokumen Luteng sudah lama siap, bahkan RUU-nya sudah ada, tinggal menunggu persetujuan DPR. Sementara untuk tingkat provinsi, naskah kajian akademik sedang dirampungkan,” jelas Hasbi.
Menurut Hasbi, perjuangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini dinilai berada pada momentum terbaiknya.
Hasbi yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulsel, mengapresiasi kolaborasi antara Kedatuan Luwu, kepala daerah, paguyuban, hingga elemen mahasiswa.
“Alhamdulillah, sinergi ini sangat luar biasa. Insya Allah, perjuangan kali ini semakin mendekatkan kita pada hasil yang diharapkan bersama,” ujarnya.
Hasbi mengingatkan seluruh masyarakat Wija To Luwu untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah-belah gerakan di tahap krusial ini.
“Saatnya kita satukan potensi. Hindari provokasi yang tidak jelas, karena tentu akan banyak tantangan dan godaan dalam perjuangan ini, apalagi jika sudah menjelang garis finis,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut dihadiri deretan tokoh kunci KKLR, di antaranya Abdul Talib Mustafa, Buhari Kahar Mudzakkar, Jasruddin, serta perwakilan pengurus BPW dan BPP KKLR lainnya.




