Jalan Rusak Parah, Ibu Pendarahan Hebat di Sinjai Terpaksa Ditandu 2 Kilometer
2 min read
Kolase foto. Warga menggunakan tandu berbahan bambu untuk membawa seorang ibu yang mengalami pendarahan hebat di Desa Teraja, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. (Foto: Istimewa/Majesty.co.id/Suedi)
Majesty.co.id, Sinjai – Kondisi jalan rusak kembali mengorbankan masyarakat di Desa Terasa, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Korbannya adalah seorang ibu bernama Ramlah (22 tahun).
Ramlah terpaksa ditandu sejauh 2 kilometer karena jalan rusak di Desa Terasa, Sinjai Barat pada Sabtu (4/4/2026). Jalan itu tak bisa dilewati mobil ambulans.
Warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat ini ditandu memakai peralatan seadanya usai melahirkan dan mengalami pendarahan hebat.
Warga setempat bernama Syamsul mengatakan, jalan di Desa Terasa sudah lama rusak parah. Kondisinya hanya tanah liat atau lempung dan berbatu.
Syamsul menyebut, tidak hanya mobil ambulans, jalan ke rumah pasien juga tak bisa dijangkau kendaraan roda dua.
“Kondisi jalan kami ini tepatnya di Dusun Tonrong tidak memungkinkan untuk dilalui mobil ambulans karena jalan tanah dan licin,” kata Syamsul dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Menurut Syamsul, sebelum ibu melahirkan itu dilarikan ke fasilitas kesehatan, Ia sempat mendapatkan pertolongan pertama dari perawat setempat.
Namun, kondisinya terus melemah hingga pingsan akibat banyaknya darah yang keluar. Keluarga akhirnya memutuskan untuk menandu Ramlah menuju jalan yang bisa diakses mobil.
Warga bergotong-royong menggunakan peralatan seadanya, yakni sebatang bambu dan sarung, untuk membawa Ramlah ke Puskesmas Tengah Lembang di Desa Bonto Salama.
Syamsul menjelaskan bahwa saat hujan turun, jangankan mobil, kendaraan roda dua pun sangat sulit melintas di jalur tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kejadian pasien ditandu seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di wilayah mereka.
“Susah sekali di sini kalau ada orang sakit, ini bukan terjadi pertama kalinya,” jelas Syamsul.
Masyarakat Desa Terasa sangat berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap perbaikan jalan di Dusun Tonrong.
Akses jalan yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Semoga ke depannya keresahan ini bisa teratasi,” pungkas Syamsul.
Penulis: Suedi
