05/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Anggota Polisi di Mamuju Akhiri Hidup diduga Hubungan Asmara Tidak Direstui

2 min read
Masalah asmara akibat perbedaan keyakinan diduga menjadi pemicu utama anggota Polisi tersebut memilih mengakhiri hidupnya.
Ilustrasi anggota Polri. (Int)

Peringatan: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat.

Majesty.co.id, Mamuju — Misteri kematian anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, berpangkat Bripda akhirnya terungkap.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menyatakan bahwa korban murni mengakhiri hidupnya akibat beban psikologis terkait hubungan asmara yang tidak direstui.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut diambil setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam terhadap enam orang saksi, termasuk kekasih korban.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Peristiwa bermula saat Bripda mengajak sepupunya, Haerul, dan rekannya, Awal, ke sebuah rumah kebun di Kecamatan Kalukku, untuk menenangkan diri sambil berkaraoke.

Sekitar pukul 23.00 WITA, Haerul pulang terlebih dahulu, menyisakan korban bersama saksi Awal.

Di tengah suasana tersebut, korban menerima panggilan telepon dari kekasihnya. Saksi Awal sempat mendengar percakapan yang mengisyaratkan keputusasaan korban.

“Jadi saksi Awal ini mendengar dan paling mendasar yang didengar, korban ke mantan pacarnya itu, bahwa kalau tidak bisa dipersatukan apalah gunanya saya hidup di dunia ini,” ungkap Iptu Herman menirukan kesaksian saksi, Rabu (4/2/2026).

Keesokan paginya, saksi Awal yang mencari keberadaan korban terkejut menemukan Bripda dalam kondisi gantung diri di dalam kamar rumah kebun tersebut.

Ayah korban yang mendapat laporan langsung mengevakuasi jasad anaknya ke rumah tanpa menunggu koordinasi petugas.

“Orang tua korban tanpa koordinasi dengan petugas langsung menggendong korban dan memutus tali yang digunakan korban gantung diri, kemudian dibawa ke rumah,” tambah Herman.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam kejadian ini.

Masalah asmara akibat perbedaan keyakinan diduga menjadi pemicu utama korban nekat mengakhiri hidupnya.

“Jadi ini murni gantung diri, karena adanya beban mental psikologis korban yang hubungan asmaranya dengan pacarnya tidak direstui oleh kedua orang tua karena beda agama,” tegas Iptu Herman.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.