03/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Hasil Survei, 84,9 Persen Warga Makassar Setuju Bersihkan PKL dari Trotoar

2 min read
Berdasarkan survei terbaru Parameter Publik Indonesia (PPI), 84,9 persen responden warga Makassar mendukung penertiban PKL, khususnya yang mendiami trotoar jalan.
Pembongkaran bangunan lapak pedagang kaki lima atau kios di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam menata pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar dan saluran drainase mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Berdasarkan survei terbaru Parameter Publik Indonesia (PPI), 84,9 persen responden warga Makassar mendukung penertiban PKL, khususnya yang mendiami trotoar jalan.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras Md, mengungkapkan bahwa mayoritas warga Makassar tidak hanya mendukung, tetapi juga sudah mengetahui rencana penertiban PKL.

Sebanyak 79,4 persen responden menyatakan tahu adanya kebijakan penertiban fasilitas umum (fasum) tersebut.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Dalam temuan survei, tingkat dukungan terhadap kebijakan tersebut sangat signifikan. Sebanyak 84,9 persen responden menyatakan mendukung penertiban PKL di ruang publik,” ujar Ras Md di Makassar, Jumat (3/4/2026).

Tingginya angka dukungan ini dinilai sebagai legitimasi sosial yang kuat bagi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk terus menjalankan penataan kota secara konsisten.

Ras Md menekankan bahwa langkah ini penting untuk menjaga fungsi ruang publik, mobilitas pejalan kaki, serta mencegah banjir akibat saluran yang tersumbat.

Pemerintah Kota Makassar sendiri telah mengedepankan pendekatan persuasif melalui jajaran kecamatan dan kelurahan sebelum melakukan tindakan.

Langkah-langkah prosedural seperti edukasi, dialog terbuka, hingga pemberian surat peringatan (SP1 hingga SP3) dilakukan secara bertahap sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum.

“Pemerintah tidak perlu ragu dalam menjalankan penertiban, selama tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Namun, penertiban tidak boleh berhenti pada pengosongan semata, harus ada pembenahan cepat di lokasi agar tidak kembali ditempati,” tambah Ras Md.

Dukungan senada sebelumnya juga datang dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Ia mengapresiasi langkah Munafri yang mulai membenahi wajah ibu kota provinsi agar menjadi cerminan kota metropolitan yang tertib.

“Kota Makassar ini cerminan untuk semua. Saya terima kasih banyak, Pak Appi, sudah mulai melakukan penertiban,” ujar Andi Sudirman dalam sebuah forum resmi baru-baru ini.

Gubernur juga mendorong agar setiap tahapan penertiban disertai dengan pendataan yang jelas untuk program pemberdayaan dan relokasi pedagang.

Pemerintah diharapkan segera menyiapkan lahan alternatif, baik milik provinsi maupun kota, sebagai solusi bagi para pelaku usaha yang terdampak.

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen, mulai dari akademisi hingga pemerintah provinsi, Pemkot Makassar diharapkan mampu menghadirkan tata kota yang lebih estetis, nyaman, dan bebas dari kesemrawutan secara berkelanjutan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.