HMI Gowa Raya kumpulkan Kader Jelang Pelantikan, Bahas Polemik Organisasi
3 min read
Suasana buka puasa bersama HMI Cabang Gowa Raya di Warkop Bundu, Kota Makassar, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Gowa — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menggelar kegiatan Dialog dan Buka Puasa Bersama sebagai bagian dari rangkaian menuju pelantikan, rapat kerja, dan upgrading pengurus. Kegiatan ini berlangsung di Kopi Bundu, Jalan Aroepala, Kota Makassar, Minggu (1/3/2026).
Pertemuan kader HMI Gowa Raya menghadirkan 3 narasumber membahas polemik organisasi. Mereka adalah Presidium MD KAHMI Gowa, Muh. Isra DS, Akademisi Nur Syamsiah Yunus Tekeng dan Ketua KPU Gowa, Fitrah Syahdanul.
Muh. Isra DS menegaskan bahwa setiap dinamika yang terjadi di internal organisasi harus diselesaikan dengan berpijak pada konstitusi HMI.
Ia mengingatkan agar tidak ada proses yang mengabaikan legitimasi organisasi.
“HMI adalah organisasi kader yang berdiri di atas aturan dan mekanisme yang jelas. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui konferensi yang baik, terbuka dan sah secara konstitusional. Tidak boleh ada proses yang mengelabui aturan atau mengabaikan legitimasi organisasi,” kata Muh. Isra DS dalam keterangan tertulis.
HMI Gowa Raya diketahui terbelah dalam dua kepengurusan. Hasil konferensi cabang yang diikuti mayoritas komisariat menetapkan Muh. Amri sebagai ketua umum formatur.
Kubu lainnya menyokong Taufikkurahman sebagai ketua umum formatur hasil konferensi cabang yang digelar karateker ketua umum yang ditugaskan PB HMI.
Isra menambahkan bahwa kekuatan HMI terletak pada kesetiaan kader terhadap sejarah dan idealismenya.
“HMI bisa bertahan sampai sekarang ini bukan semata karena simbol, lambang atau jabatan alumninya tapi karena kader HMI setia pada panggilan sejarahnya, tetap mampu menjaga api idealisme di tengah angin zaman yang terus berubah,” katanya.
Senada dengan hal itu, Nur Syamsiah Yunus Tekeng menekankan bahwa silaturahmi harus menjadi ruang konsolidasi nilai.
Ia berpendapat bahwa organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme yang beretika dan partisipatif.
“Silaturahmi bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi ruang konsolidasi nilai. HMI Cabang Gowa Raya harus diselesaikan melalui konferensi yang bermartabat, partisipatif, dan tidak melampaui kesadaran kolektif keluarga besar HMI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Gowa, Fitrah Syahdanul, mengingatkan bahwa konferensi cabang merupakan forum tertinggi yang paling sah untuk mengambil keputusan. Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga integritas proses dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Konferensi adalah ruang penyelesaian yang paling konstitusional. Semua dinamika harus kembali ke sana. Jangan sampai ada langkah-langkah yang justru mengaburkan aturan atau melampaui kesadaran kolektif kader dan alumni,. Yakin Usaha Sampai,” tegas Fitrah Syahdanul.
Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus komisariat sejajaran, kader aktif, hingga para alumni ini ditutup dengan buka puasa bersama.
