07/12/2025

Majesty.co.id

News and Value

Legislator Cecar Dishub Sulsel soal Bandara Palakka Bone Sepi Pesawat

2 min read
Padahal Pemprov Sulsel pernah memberikan subsidi tiket untuk penerbangan dari dan menuju Bandara Arung Palakka Bone
Foto udara Bandara Arung Palakka di Kabupaten Bone. (Foto: Pemprov Sulsel)

Majesty.co.id, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Fraksi Gerindra, Andi Tenri Abeng Salangketo, mempertanyakan kondisi Bandara Arung Palakka Kabupaten Bone yang saat ini berhenti beroperasi.

Pertanyaan itu disampaikan Andi Tenri dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Perhubungan Sulsel di Makassar, Rabu (11/12/2024).

Advertisement

Iklan Dinas PTSP Makassar

“Kenapa penerbangan di Bandara Palakka di-setop? Padahal Kabupaten Bone merupakan penduduknya terbesar kedua setelah kota Makassar. Padahal langkah-langkah seperti ini bisa kita lakukan untuk menambah pendapatan kita mengingat APBD Provinsi Sulawesi defisit sebesar Rp1,4 triliun,” kata AndinTenri.

Andi Tenri Abeng menegaskan bahwa bandara Palakka sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Bone, apalagi ibu kota negara (IKN) sudah pindah di Kalimantan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Tenri yang juga legislator asal Dapil Bone menyebut, Bandara Arung Palakka berhenti melayani penerbangan padahal pemerintah telah mengucurkan dana subsidi tiket.

“Apalagi setahu saya bandara Kabupaten Bone sudah diberikan hibah tapi awal sampai mau akhir Desember 2024 tidak ada penerbangan di bandara Kabupaten Bone,” ucapnya.

“Sampai sekarang belum ada solusi soal harga tiket. Semoga dinas perhubungan tahun 2025 bisa betul-betul realisasikan terkait kelanjutan pembangunan bandara Palakka,” sambung Andi Tenri Abeng.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Sulsel Andi Erwin Terwo mengatakan, penerbangan bandara termasuk yang ada di Palakka Kabupaten Bone tidak dilirik investor.

Dishub Sulsel untuk saat ini belum bisa mengembangkan Bandar Palakka karena kesulitan anggaran.

“Kami juga sampai koordinasi dengan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Kanada yang siap, tetapi kemampuan kita hanya Rp800 ribu harga tiket sedangkan mereka minta Rp1.200.000,” kata Erwin

“Sehingga tidak ada penerbangan tetapi kita tetap mempersiapkan untuk tahun 2025 karena ini sangat penting sekali,” jelasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.