Hari Literasi di Lutim Dirayakan dengan Konsep “Buku Bisa Berbicara”
2 min read
Suasana kegiatan “Buku Bisa Bicara” yang digelar Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Lutim. (Foto: Warta Lutim)
Majesty.co.id, Luwu Timur — Perayaan Hari Literasi Internasional di Kabupaten Luwu Timur berlangsung dengan cara berbeda.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lutim menghadirkan konsep The Human Library: “Bagaimana Jika Buku Bisa Berbicara?” untuk mengajak masyarakat belajar melalui pengalaman manusia secara langsung.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Perpustakaan Malili, Selasa (8/9/2026) malam dan diikuti Duta Literasi Sekolah, pelajar, pegiat literasi, komunitas Forum Anak, hingga tenaga pendidik.
Kepala DPK Lutim Muhammad Syukri membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Suliati serta jajaran DPK Lutim.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap 8 September.
Melalui konsep Human Library, peserta diajak “membaca” kisah dan pengalaman orang-orang dari berbagai latar belakang. Mereka berperan sebagai human books atau “buku hidup” yang dapat diajak berdialog dan menjadi sumber pembelajaran.
Para human books berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, di antaranya penggerak literasi, pustakawan, penulis, jurnalis, arsiparis, guru, hingga pekerja sosial.
Peserta tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga dapat berdialog langsung untuk menggali pengalaman dan mendapatkan perspektif baru dari kehidupan para “buku” tersebut.
Literasi Bukan Sekadar Membaca
Muhammad Syukri mengatakan Human Library merupakan salah satu inovasi DPK Lutim dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami dan mengolah informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta belajar dari berbagai pengalaman kehidupan,” kata Muhammad Syukri.
Ia menilai konsep Human Library menjadi kegiatan yang menarik sekaligus bermakna karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari pengalaman orang lain.
“Jangan hanya menjadi pendengar, tetapi jadilah pembelajar yang aktif,” pesannya kepada para peserta.
Syukri juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang bertemu, berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.
“Semoga kegiatan Human Library ini menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi tumbuhnya masyarakat Luwu Timur yang literat, berpengetahuan, kritis, kreatif dan berkarakter,” tutup Syukri.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.

