16/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Persiapan Mudik, DPRD Sulsel Desak Tambah Kapal-Perbaiki Fasilitas Pelabuhan Bira

3 min read
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa percepatan pembenahan fasilitas Pelabuhan Bira di Bulukumba tidak boleh ditunda demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid (kanan) saat meninjau Pelabuhan Penyebrangan Bira di Kabupaten Bulukumba beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar — Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bidang pembangunan memberikan atensi serius terhadap kondisi Pelabuhan Penyeberangan Bira di Kabupaten Bulukumba.

Dalam rapat dengar pendapat bersama PT ASDP, Dishub Sulsel yang digelar Senin (2/2/2026), Komisi D DPRD Sulsel mengeluarkan sejumlah rekomendasi krusial mulai dari perbaikan infrastruktur hingga relokasi kapal di pelabuhan penyebrangan Bulukumba-Selayar tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa percepatan pembenahan fasilitas tidak boleh ditunda demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Kadir Halid dalam rekomendasi komisi menginstruksikan Dinas Perhubungan Sulsel untuk segera menerbitkan nota dinas kepada Gubernur guna mengambil langkah taktis terkait fasilitas penunjang di pelabuhan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Ia memberikan tenggat waktu yang singkat agar hal ini segera terealisasi.

“Meminta Dishub embuat nota dinas kepada Gubernur Sulsel dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan lampu jalan dan infra di Pelab Bira, Bulukumba,” kata Kadir dalam rapat yang berlangsung di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar.

Menurut Kadir Halid, perbaikan Pelabuhan Bira sempat diajukan komisi D kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel dan TAPD saat menyusun APBD 2026. Tapi, hal itu ditolak.

Setelah melakukan kunjungan ke Pelabuhan Bira, Komisi D DPRD Sulsel menaksir biaya perbaikan pelabuhan tersebut kurang-lebih Rp5 miliar.

“Perkiraan kami cuma Rp5 miliar. Itu sudah bisa untuk perbaikan jalan ke sana, penerangan pelabuhan dan pagarnya. Sebelumnya kami ajukan saat rapat Banggar tapi ditolak,” katanya.

Kadir menekankan bahwa kebutuhan teknis seperti fender untuk sandar kapal menjadi prioritas utama.

“Termasuk kebutuhan untuk sandar kapal, fender. Tidak apa-apa mahal yang penting pelayanan masyarakat,” tegasnya.

“Secepatnya pak kadis, tiga hari lah,” imbuh Kadir.

Selain itu, menjelang masa mudik lebaran Idulfitri yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang, Komisi D Sulsel mendesak adanya penambahan armada kapal penyeberangan untuk jalur Bira.

“Kedua, dalam rangka percepat penyeberangan maka perlu ada penambahan kapal maka diminta gubernur untuk menyampaikan kepada menhub untuk meminta kapal. Apalagi ini mau lebaran, maka sangat mendesak,” kata Kadir.

Relokasi KMP Balibo


Rekomendasi lain yang disepakati adalah meminta PT ASDP untuk mengganti armada KM Balibo yang dinilai sudah harus diistirahatkan dari lintasan tersebut dan diganti dengan kapal yang lebih layak.

“Kita sepakat dua kesimpulan yah. Meski tadi KM Balibo, mungkin juga balibo bisa diganti kapalnya. Kami sudah menyurat. Relokasi kapal Balibo dengan kapal yang lebih representatif,” jelas legislator dari Fraksi Golkar tersebut.

Secara spesifik, rekomendasi ketiga meminta kepada Dirut ASDP untuk merelokasi kapal Balibo ke lintasan lain.

Sebagai gantinya, dewan mengusulkan pengalihan kapal penyeberangan dari Siwa yang dinilai lebih representatif untuk melayani rute tersebut.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.