15/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

Mahasiswa UIN Alauddin jadi Korban Pembusuran, Akademisi sebut Gowa Tidak Aman

3 min read
Kejadian berulang di Gowa menjelang Pemilu 2024
Mahasiswa UIN Alauddin bernama Andi Ananda (17 tahun) jadi korban pembusuran orang tidak dikenal pada malam pergantian tahun di Samata, Gowa, Senin (1/1/2024). (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Gowa – Seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar menjadi korban pembusuran atau tertusuk anak panah saat melintas di depan kampus almamater hijau tersebut di Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kondisi ini memicu penilaian publik bahwa Gowa tidak aman menjelang pemilu.

Peristiwa mengenaskan itu menimpa korban bernama Andi Ananda pada Senin (1/1/2024) dini hari. Mahasiswa jurusan Sosiologi Agama UIN Alauddin tersebut terkena anak panah pada siku tangan kanan.

Rekan korban bernama Arli Guliling Mangkasau mengungkapkan, Andi Ananda terkena busur ketika mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba saat melintas di pintu 2 kampus UIN Alauddin, korban menyadari ada anak panah yang bersarang di tangannya.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kejadiannya di depan pintu 2 kampus, pak. Tadi malam itu perjalanan pulang mau kost, pas lewat situ langsung kena busur. Jadi tidak jadi pulang, langsung hubungi senior dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Arli Guliling saat dihubungi, Senin.


Butuh Biaya Operasi


Arli Guliling menyebut saat ini korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Yapika. Andi Ananda harus dioperasi dan membutuhkan biaya Rp12 juta karena pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kalau pelakunya sampai sekarang belum ditahu pak. Tapi kita sudah lapor dan polisi sudah datang minta keterangan Nanda di rumah sakit,” katanya.

Ketika ditanya apakah korban punya masalah atau konflik dengan mahasiswa lain sehingga menjadi motif pembusuran tersebut, Arli Guliling memastikan rekannya itu tidak punya masalah.

“Korban ini mahasiswa baru pak, angkatan 2023. Setahu saya tidak punya masalah. Tidak adaji juga barang – barangnya yang hilang waktu kejadian,” pungkas Arli.

Hingga berita ini ditayangkan, Majesty belum dapat mengonfirmasi pihak kepolisian mengenai kasus pembusuran yang menyasar mahasiswa UIN Alauddin tersebut.


Gowa Dinilai Tidak Aman, Pemerintah Harus Turun Tangan


Akademisi UIN Alauddin, Kusnadi Umar, mengecam aksi kriminalitas yang menyasar mahasiswanya dan meminta polisi untuk segera menangkap pelaku. Dia menilai kasus ini harus menjadi atensi polisi, khususnya pemerintah.

Menurut Kusnadi, pemerintah Kabupaten Gowa tidak boleh lepas tangan atas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama segenap stake holder.

“Pak Bupati dan jajaranya harus menjadikan kasus ini sebagai atensi karena itu terjadi di wilayahnya dan bupati bersama Polres Gowa terbukti gagal dalam memberikan jaminan keamanan, apalagi sudah beberapa kali kejadian,” ujar Kusnadi Umar dalam keterangannya, Senin.


Lokasi pembusuran Andi Ananda di depan pintu 2 kampus UIN Alauddin, Gowa. (Google street view)

Kusnadi mengungkapkan bahwa tiga pekan lalu, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin juta menjadi korban pembusuran di Kelurahan Macanda, Somba Opu, Gowa.

“Dengan dua kejadian ini, membuktikan bahwa Gowa sedang tidak aman – aman saja. Polisi dan pemerintah harus mencegah kejadian yang sama tidak terulang, apalagi ini terjadi menjelang pemilu,” pinta Kusnadi Umar.

 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.